Sidobangun – Pada Jumat malam, 10 Januari 2025, Balai Krida Sidobangun menjadi pusat perhatian dengan digelarnya seminar bertajuk “Pemanfaatan Artificial Intelligence & Tantangannya”. Acara ini menghadirkan Mula Agung Barata, M.Kom, seorang dosen dan Kepala Program Studi Teknik Informatika Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro. Seminar ini sukses menarik perhatian masyarakat, mulai dari mahasiswa hingga pelajar tingkat menengah, untuk mendalami teknologi kecerdasan buatan (AI) yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern.
Acara ini diprakarsai oleh Misbakhul Fuad, Ketua Pelaksana dari tim KKN Pintar 51 Desa Sidobangun. Dalam sambutannya, Misbakhul Fuad menyampaikan harapan agar seminar ini dapat memberikan pemahaman mendalam tentang AI kepada masyarakat serta membangun kesadaran akan pentingnya literasi teknologi. “Kami ingin masyarakat tidak hanya mengenal teknologi AI, tetapi juga mampu menggunakannya secara bijak dan sesuai kebutuhan,” ujarnya.
AI Sebagai Alat, Bukan Pengganti Manusia
Dalam sesi utama, Mula Agung Barata menekankan bahwa AI adalah teknologi atau alat yang diciptakan manusia untuk membantu dan mempermudah berbagai pekerjaan, tetapi bukan untuk menggantikan manusia sepenuhnya. Beliau menepis anggapan bahwa AI akan sepenuhnya menggantikan peran manusia.
“AI tidak mungkin 100 persen menggantikan manusia. Sebaliknya, kehadiran teknologi ini membuka peluang baru dalam dunia kerja. Misalnya, muncul pekerjaan seperti Prompt Engineering, yang bertugas menciptakan perintah atau instruksi terbaik untuk memaksimalkan fungsi AI,” jelas Mula Agung.
Penggunaan Bijak dan Tantangan yang Muncul
Seminar ini juga menyoroti pentingnya menggunakan AI secara bijak agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal tanpa menimbulkan dampak negatif. Mula Agung mengingatkan bahwa AI harus digunakan secara bertanggung jawab. “Jangan sampai teknologi ini disalahgunakan hingga merugikan privasi atau menimbulkan ketergantungan yang berlebihan,” tegasnya.
Beliau juga memaparkan tantangan yang perlu dihadapi dalam penerapan AI, seperti:
Keamanan data dan privasi: Bagaimana memastikan data pengguna tidak disalahgunakan.
Dampak terhadap tenaga kerja: Meski beberapa pekerjaan mungkin tergantikan, peluang baru tetap terbuka dengan inovasi teknologi
Etika dan regulasi: Pentingnya memastikan AI digunakan sesuai nilai-nilai moral dan hukum yang berlaku.
Antusiasme Peserta dan Harapan Masa Depan
Seminar yang berlangsung interaktif ini mendapatkan sambutan hangat dari peserta. Dalam sesi tanya jawab, berbagai pertanyaan menarik diajukan, mulai dari dampak AI pada dunia pendidikan hingga cara memanfaatkan AI untuk usaha kecil menengah. Peserta juga diajak berdiskusi tentang pentingnya literasi teknologi agar masyarakat dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Sebagai bagian dari program KKN Pintar 51 Desa Sidobangun, acara ini mengusung tema besar “Pengabdian Inovatif Nasional Terintegrasi Aswaja Representasi MBKM”. Selain memberikan wawasan baru tentang teknologi AI, seminar ini juga mengajarkan cara berpikir kritis dalam menyikapi tantangan era digital.
Pernyataan Penutup dari Ketua Pelaksana
Di akhir acara, Misbakhul Fuad menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya seminar ini. “Kami berharap seminar ini menjadi langkah awal bagi masyarakat Sidobangun untuk lebih mengenal teknologi AI, memahami potensinya, dan menggunakannya untuk kemajuan bersama,” tutupnya.
Informasi dan Kolaborasi Lebih Lanjut
Seminar ini terbuka untuk umum dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam menambah wawasan teknologi terkini. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat mengikuti akun media sosial resmi KKN Pintar 51 di @kknpintar51_sidobangun.
---